Pages

Wednesday, October 2, 2013

Biar saja kita hanya begini. Tiap malam hanya saling tatap. Berharap akan sapaan, minimal salah tekan. Walau nyatanya tak pernah begitu.
Biar saja kita hanya begini. Berlama-lama menatap ke satu titik. Menahan napas menunggumu datang, menahan napas pula saat kamu pergi.
Biar saja aku begini. Berkhayalnya kamu melakukan hal yang sama serupa. Walau iya walau tidak, walau benar walau jelas hanya imajinasi.
Biar saja tetap begini...

Monday, September 23, 2013

*menyentuhblog*

Aaaaakkk!! Sudah lama tidak menyentuh blog. Sedang bingung bagaimana akan membawa blog ini seperti apa ke depannya, supaya ga cuma berisi curhat" ala ABG. Tapi sekarang" pasti akan lebih sibuk, dan gatau akan sesering apa nulis disini. Semester tujuh, semester paling mengerikan dan bobot tekanan batinnya paling besar di antara semester" yang lainkarna satu kata: SKRIPSI. Dari yang dulunya masih bisa nyela orang skripsi, sekarang harus bisa menelan pil pahit itu.
Takut?
Enggak, sih.
Cuma takut terlalu terlena dengan kesantaian kuliahnya aja. Cuma takut diulur-ulur aja. Cuma takut ngeremehin aja.
Gak boleh kan ya punya sifat jelek banget gitu?
Makanya.... doain saja supaya Putri bisa melakukan yang terbaik :)

Wednesday, May 29, 2013

Karna blognya semakin jarang diisi dan mengingat UAS semakin dekat, jadi ... blog nya mau istirahat dulu yaa. Skalian renovasi biar lebih simple tapi elegant seperti penulisnya *tabok*
hihi

Sunday, May 5, 2013

Problematika Mahasiswa Menuju Tingkat Akhir

Menjadi mahasiswa menuju tingkat akhir itu bebannya banyak.
Beban pikiran. Tugas-tugas menumpuk. Praktek kerja menunggu.
Semakin menuju tingkat akhir, semakin bertambah banyak hal yang harus dilakukan.
Les ini, les itu. Praktek ini, praktek itu. Penelitian disana, penelitian disini. Bimbingan. Cari referensi sana-sini. Cari koneksi dimana-mana. Penat. Jenuh. Rasanya pngin kabur.
Lantas, mahasiswa menuju tingkat akhir ini melihat foto-foto yang terpajang di dinding kosannya.
Ada foto keluarganya. Bapak. Ibu. Kedua adiknya. Ah, mahasiswa menuju tingkat akhir ingin pulang ke rumah dan melepas rindu pada keluarganya.
Ada foto teman-temannya, yang ia sebut "sahabat". Sahabat SD,. Sahabat SMP. Sahabat SMA. Sahabat kuliah.
Foto-foto itu membuat si mahasiswa menuju tingkat akhir ingin bertemu dengan mereka. Bermain, liburan dengan mereka. Semua keinginan itu, pikirnya, harus diwujudkan sebelum ia lulus dari bangku perkuliahan.
Mahasiswa menuju tingkat akhir ini memikirkan orang-orang yang ia sayangi lebih daripada tugas-tugasnya. Mahasiswa menuju tingkat akhir ini menyiksa dirinya sendiri.
Iya, perasaan yang menyiksa. Karena mahasiswa menuju tingkat akhir ini selalu menyimpan cinta yang begitu besar, selalu mencurahkan perhatian pikiran dan kekepoannya bagi orang-orang itu, namun ia tidak pernah yakin bahwa...
Orang-orang tersebut, terhadap si mahasiswa menuju tingkat akhir ini, memiliki rasa sayang yang sama besarnya dengan yang ia miliki.

Thursday, May 2, 2013

Kalau cinta, maka diamlah
Keterdiamanmu akan indah pada waktunya
Langit tidak akan berdusta
Ia pasti akan memenuhi janji-janjinya
Karena tulang rusuk pasti akan berpasangan dengan pemilik sah nya