Pages

Showing posts with label 100 kata. Show all posts
Showing posts with label 100 kata. Show all posts

Friday, March 2, 2012

Beginilah Caraku Mencintaimu


Cintaku begitu sempurna karena membiarkanmu dalam kesendirian.
Setahuku, kamu sangat menginginkan kesendirian, bukan perhatian berlebihan seperti yang kutunjukkan selama ini.
Maka, kutinggalkan kau dalam kesendirian. Tak pernah lagi kutunjukkan kepedulianku padamu. Tak pernah lagi kusentuh dirimu, apalagi untuk sekedar berdekatan denganmu.
Kuberikan kau kesendirian yang sempurna, tanpa diriku. Semuanya hanya untuk membuatmu bahagia.
Namun, bukan berarti aku benar-benar mengacuhkanmu.
Kamu tidak pernah menyadarinya, tapi aku masih selalu memerhatikanmu. Kumulai hari dengan mencari kabar tentangmu, dan kupejamkan mata di malam hari sambil memikirkanmu. Dan kau tak pernah tahu tentang sikapku ini.
Beginilah caraku mencintaimu: mewujudkan keinginanmu. Kini, apa kamu sudah bahagia?

Sunday, February 26, 2012

Deringan Ponsel

Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing!
Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing!
Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing!
Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing!
Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing!
Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing!
Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing! Kriiiing! Kriii-

PRAANNNGG!!

Wanita itu melempar ponselnya asal-asalan, hingga jatuh membentur cermin. Nada dering dari ponsel itu otomatis tak terdengar lagi. Tanpa menyesali perbuatannya, wanita itu kembali berkutat pada game di layar laptopnya.

Cerita Akhir Bulan



Galau segalau-galaunya galau.
Akhir bulan. Isi dompet tinggal selembar. ATM kosong. Status hanya sebagai mahasiswa yang ngekost.
Akhir bulan. Belum makan dari pagi. Belum mandi karena sabun dan shampoo sudah habis. Pasta gigi juga habis. Cucian menumpuk. Mau nyuci sendiri tapi deterjennya hanya cukup untuk selembar baju. Isi dompet gak kuat buat nge-laundry. Lantai belum dipel.
Akhir bulan. Kuota internet tinggal 50mb. Tugas kuliah menumpuk. Dosen di setiap mata kuliah memberikan banyak fotokopian. Ada tugas survey pula yang memerlukan ongkos. Seakan melengkapi semuanya, iuran wajib setiap bulan untuk pengembangan himpunan mahasiswa.
Semuanya hanya tentang UANG! Yah, itulah nasib mahasiswa perantau…

Cintaku


Cintaku
Aku cinta kamu
Aku cinta kamu selamanya
Aku cinta kamu apa adanya
Aku cinta kamu dengan sepenuh hatiku
Rasa cinta di hatiku selalu hanya untuk kamu
Walau pria lain menggodaku dengan rayuan mautnya
Tapi kamu pria pertama yang dapat merayuku dengan sempurna
Hanya kamu yang berhasil memberikan ketentraman dan kenyamanan dalam setiap hari-hariku
Karena kamu pria pertama yang membuatku mengerti tentang rasa itu
Maka rasa cinta ini seluruhnya kupersembahkan hanya untukmu
Walau pria lain berjanji akan melakukan apapun untuk menaklukkan hatiku
Tapi hatiku sudah untuk mencintaimu saja
Aku cinta kamu apa adanya
Aku cinta kamu selamanya
Aku cinta kamu

Saturday, February 25, 2012

Hanya Tatapan


Ini pertemuan pertama kita setelah sekian lama berpisah. Kupinta kau untuk menjemputku di satu-satunya stasiun di kota kita. Beribu kata rindu, tak sabar ingin bertemu, selalu kita ungkapkan dalam setiap percakapan via ponsel.
“Tunggu aku disana ya, Say. Kalo kita ketemu nanti, kita langsung pergi ke tempat-tempat yang dulu sering kita kunjungi ya!”
Keretaku berhenti. Saat turun, kulihat kau sudah berdiri. Kita saling senyum. Aku berjalan ke arahmu, berhenti persis di hadapanmu.
Kita hanya saling tatap, lama. Hanya itu. Tanpa pelukan, tanpa tangisan.
Namun kita sama-sama mengerti. Tatapan antara kita telah mengungkapkan segala ekspresi kerinduan pada sahabat yang akhirnya kembali.

Sunday, February 19, 2012

Males

Males.
Males. Males.
Males. Males. Males.
Males. Males. Males. Males.
Males. Males. Males. Males. Males.
Males. Males. Males. Males. Males. Males.
Males. Males. Males. Males. Males. Males. Males.
Males. Males. Males. Males. Males. Males. Males. Males.
Males. Males. Males. Males. Males. Males. Males. Males. Males.
Males. Males. Males. Males. Males. Males. Males. Males. Males. Males.
Males. Males. Males.Males. Males. Males. Males. Males. Males.
Males. Males. Males. Males. Males. Males. Males. Males.
Males. Males. Males. Males. Males. Males. Males.
Males. Males. Males. Males. Males. Males.
Males. Males. Males. Males. Males.
Males. Males. Males. Males.
Males. Males. Males.
Males. Males.
Males.